Rabu, 09 Januari 2013

Pengembangan Kripik Susu Di Enrekang

Peternak sapi perah di Kabupaten Enrekang selama ini dikenal hanya memanfaatkan susu sapi sebagai bahan pembuatan dangke (makanan jenis tahu) dan keperluan lain segera ditingkatkan. Kini Dinas Perikanan dan Peternakan Enrekang mulai mengembangkan program pembuatan kripik susu.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan Enrekang, drh Junwar di ruang kerjanya, Rabu 7 Juli mengatakan sebelumnya program pembuatan kripik susu tersebut, lebih dulu melatih kelompok usaha yang dilibatkan dalam pengembangan makanan khas Enrekang itu.

      Junwar menjelaskan, kripik susu diolah dari bahan dasar susu yang terlebih dulu dibuat dangke. “Kripik susu itu merupakan turunan dari dangke. Kalu dangke kan masa bertahannya terbatas. Tapi kalau kripik bisa tahan lama. Makanya kita melakukan inovasi untuk pembuatan kripik susu tersebut,” jelasnya.
Junwar menjelaskan, kripik susu lebih menguntungkan peternak ketimbang dangke. Harga kripik susu lebih mahal dibanding dangke.

    “Harga jual dangke saat ini hanya Rp 10 ribu/biji, sementara kripik mencapai Rp 30 ribu/kilogram. Kemudian untuk menghasilkan 1 kilogram kripik susu, hanya setara dengan setengah biji dangke,” paparnya.
Junwar mengaku sudah mempromosikan produksi tersebut ke Pulau Jawa dan Makassar. Bahkan kini salah satu supermarket dari Makassar telah berminat melakukan kerja sama. “Namun tawaran itu masih dipertimbangkan dengan alasan produksi kita masih terbatas,” tandasnya. (kas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar